PENGARUH PENGGUNAAN BOTTOM ASH TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL BETON

Authors

  • Indriani Santoso Faculty of Civil Engineering and Planning, Petra Christian University
  • Patrick Patrick Faculty of Civil Engineering and Planning, Petra Christian University
  • Andarias Andarias Faculty of Civil Engineering and Planning, Petra Christian University
  • Salil Kumar Roy Faculty of Civil Engineering and Planning, Petra Christian University

DOI:

https://doi.org/10.9744/ced.5.2.pp.%2075-81

Keywords:

Bottom Ash, asphalt concrete (AC), stability, flow, air void, void in mineral aggregate, Marshall Quotient.

Abstract

The use of coal as source of energy has produce bottom ashes, which has become a big source of pollution. One of the alternatives to solve this problem is by using this material in road pavement. The purpose of this research is to find the effect of the use bottom ash to replace fine aggregate, toward the stability, flow, air void, void in mineral aggregate and Marshall Quotient of asphalt concrete. In this research the effect of replacing ten to 100 % fine aggregate with bottom ash is evaluated. It is found out that the best result could be obtained by replacing the fine aggregate by ten percent bottom ash. This replacement could fulfill all requirements except the air void. To improve the air void, an additive (chemcrete) has been added. The use of chemcrete has increase the stability and improves the air void of asphalt concrete.
Abstract in Bahasa Indonesia :
Pemakaian batu bara sebagai sumber energi menghasilkan residu berupa bottom ash yang menimbulkan pencemaran lingkungan. Penggunaan bottom ash sebagai material pekerasan jalan adalah salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti efek penggunaan bottom ash sebagai pengganti agregat halus terhadap stabilitas, kelelehan, rongga udara, rongga didalam agregat dan Marshall quotient dari campuran aspal beton. Penelitian dilakukan dengan menguji efek pemakaian bottom ash sebagai pengganti agregat halus sebesar sepuluh sampai 100%. Dari penelitian ditemukan bahwa persentase terbaik penggantian agregat halus dengan bottom ash adalah sepuluh persen. Penggantian ini memenuhi semua persyaratan yang ditentukan kecuali persyaratan rongga udara. Sebuah bahan additif (chemcrete) digunakan untuk memperbaiki rongga udara. Penggunaan chemcrete dapat meningkatkan nilai stabilitas serta memperbaiki nilai rongga udara pada campuran aspal beton.

Downloads

Published

2004-06-02

How to Cite

Santoso, I., Patrick, P., Andarias, A., & Roy, S. K. (2004). PENGARUH PENGGUNAAN BOTTOM ASH TERHADAP KARAKTERISTIK CAMPURAN ASPAL BETON. Civil Engineering Dimension, 5(2), pp. 75-81. https://doi.org/10.9744/ced.5.2.pp. 75-81