TINGKAT KEMATANGAN MANAJEMEN PROYEK: SURVEI DI BEBERAPA TEMPAT DI INDONESIA

Authors

  • Achmad Fuad Bay School of Construction Management and Property, Queensland University of Technology
  • Connie Susilawati Faculty of Civil Engineering and Planning, Petra Christian University
  • Martin Skitmore School of Construction Management and Property, Queensland University of Technology

DOI:

https://doi.org/10.9744/ced.7.2.pp.%2081-89

Keywords:

Project management, effectiveness, maturity models, Indonesia.

Abstract

This paper presents the results of a pilot survey aimed at ascertaining the level of project management maturity in Indonesian companies. Kerznerâs Level 2 assessment tool was used, which basically assesses maturity levels throughout the various phases of an organizationâs project management life cycle. This study compare maturity of current situation and expectation of 70 respondents working in 6 different types of organizations in Indonesia. Differences were identified between types of organisations, with the Financial Institutions, Consultants and Manufacturers belonging to a group with higher current maturity scores, while Consultants, Manufacturers and Service Providers belonging to a group with higher expected future maturity scores. There were no significant differences between the results for the various stages of the project life cycle. The results indirectly confirm that the organisations of the participants of the survey are less effective/excellent than they could be.
Abstract in Bahasa Indonesia :
Makalah ini menyajikan hasil survei awal yang bertujuan untuk menentukan tingkat kematangan perusahaan-perusahaan di Indonesia dalam menggunakan metodologi manajemen proyek. Alat ukur yang digunakan adalah Kerzner Tingkat 2, yang mengukur tingkat kematangan melalui berbagai tahapan dari siklus manajemen proyek sebuah organisasi. Studi ini membandingkan tingkat kematangan saat ini dan harapan di masa mendatang terhadap 70 responden yang bekerja di enam jenis organisasi di Indonesia. Hasil survei menunjukkan adanya perbedaan antara berbagai jenis organisasi. Institusi financial, konsultan dan industri barang termasuk dalam kelompok yang nilai kematangannya lebih tinggi untuk kondisi saat ini, sedangkan konsultan, industri barang dan industri jasa termasuk kelompok yang mengharapkan kematangan lebih tinggi di masa mendatang. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara tingkat kematangan pada berbagai tahapan pada siklus proyek. Hasil penelitian ini secara tidak langsung menegaskan bahwa organisasi yang disurvei kurang efektif dari yang seharusnya bisa dicapai.

Downloads

Published

2005-09-05